COBAAN
MENYIMPAN RENCANA
WATI. Itu namaku. Aku sudah lulus dari SD dan Saat ini, Aku
duduk di kelas 1 SMP. Aku Berasal dari
keluarga yang sederhana. Aku Anak Terakhir dari 3 bersaudara. Kakak pertamaku sudah berumah tangga dan kedua
namanya aris, Aku dengan dia KEMBAR dampit laki perempuan. Tapi aku memanggil
dia kakak. Selama 3 tahun aku dan keluarga ku tidak mudik L.
Gara - gara banyak halangan.
*****
“kak,
ayo berangkat sekolah !”. Panggil kak aris dengan penuh keceriaanJ.
“Iya dek tunggu sebentar... !” ucap dengan membalas keceriaan J. “Cepat kak... aku ga sabar masuk di SMP ini’’. “coyo coyo... Wati masuk SMP Negeri...
J’’. “kakak bisa aja, kakak kan juga masuk di SMP Negeri
J”
. “Udah udah, cepat berangkat jangan bercandaan terus...nanti telat loh... !”
ucap ibu dengan tertawa . “Baik Boss... :D Ibu ayah, Kami berangkat dulu.. Assalamualaikum’’.
Ucap serentak dengan senyuman manis. “waalaikumsalam.... yang pintar di sekolah
ya nak !’’.
“lalu, Aku dan kak aris berangkat ke sekolah dengan
penuh semangat untuk menuntut ilmu di sekolah baru ini J.’’
*****
“Akhirnya
sampai juga di sekolah... bagus ya kak sekolahnya. Semoga kita di sini meraih
prestasi – prestasi yang membanggakan...!’’. ucap dengan menetes air mata. “amien.... yarobbal alamien J. Ya
sudah, ayo kita masuk ke kelas dek, nanti keburu lagi !.” Ajak kak aris seraya
menggandeng tangan ku yang ku balas dengan senyuman.”
*****
“Rrr...”,Bel bertanda masuk”. Semua murid masuk ke kelasnya masing –
masing dengan tertib termasuk Aku dan kak aris. Dan kebetulan aku dan kak aris
1 kelas. jam pertama adalah pelajaran bahasa indonesia, gurunya pun masuk . lalu di siapkan oleh salah satu teman qu, “selamat
siang bu...”ucap ketua kelas dengan keras seraya semua berdiri serempak”, selesailah salam untuk memulai pelajaranya’.
*****
“Selamat siang anak – anak...
perkenalkan nama saya Ibu larminah, biasa dipanggil ibu Minah. Saya berharap
anak – anak bisa mengikuti pelajaran saya dengan baik.’’ Ujar dengan menebarkan
senyum ikhlas. “ya bu.!’’ Ucap semua
murid dengan serempak. “anak – anak mari kita memulai pelajaran dengan membuka
halaman 5 !’’ ajak dengan tegas.
Lalu Bu Minah,
menjelaskan tentang materi Bab 1 ... Aku dan semua teman serempak untuk
memerhatikan penjelasan itu dengan penuh konsentrasi.
***
“Tiba...Tiba...
“Aku
Dan kakak Ku di panggil oleh guru Bk ‘’.
Hati ku berdebar kencang, tidak karuan... Merasa takut sekali. “Ada pa
bu ?”. “ada telvon dari Rumahmu...ayo ikut aja ke ruang BK !” ajak guru dengan tergesa gesa.
Aku dan kak aris
pun menuju ke ruang Bk dengan rasa tidak karuan.
“Ini telvon dari
Ibumu !” “ya bu.” akupun mengangkat telvonya.
“Halo, Assalamualaikum ibu. !’’ “Waalaikumsalam, nak... nenek dan kakek
kamu meninggal, kamu cepat pulang... soalnya ini langsung mau ke Desa
Trenggalek”. “Innalillahiwainnalillahiroji’un.
Ya bu, aku akan ijin ke guru untuk pulang”. Aku Terkejut dan menetes air mata. “ ya sudah... ijin dulu ke gurumu nak.
! wassalamuailaikum ...”. “waalaikum salam’’.
Ya udah... tidak
apa – apa, kamu pulang dulu . Ibu berbela sungkawan atas kematian nenek dan kakek
kamu ya... Jangan sedih, ni cobaan bagi kalian !’’. ucap guru dengan halus.
“Terima kasih ya bu.. Aku pulang dulu bu, wassalamualaikum...” “waalaikum salam, hati – hati ya nak..”
Aku pun pulang... dengan rasa Sedih
sekali...
***
“Assalamualaaikum Bu... aku ganti baju dulu ya bu..” ucap dengan tergesa – gesa. “ ya nak... cepat ya, soalnya di tunggu sama pakde !” .
“Assalamualaaikum Bu... aku ganti baju dulu ya bu..” ucap dengan tergesa – gesa. “ ya nak... cepat ya, soalnya di tunggu sama pakde !” .
Lalu ... Aku , Kak
faris, Orang tua Ku, dan semuaa saudara – saudara ku dari berbagai kota berangkat ke Desa
Trenggalek. Kecuali kakak pertamaku, karena dia tidak kuat untuk melakukan
perjalanan jauh.
******
Kemudian... sampai lah di Desa Trenggalek yaitu rumah nenek dan kakek
Ku... yang diliputi oleh suasana Yang menyedihkan.
***
“ya
allah kenapa kau ambil nyawa nenek dan kakek ku... Aku belum siap untuk menerima
ini ...”. menyesalku yang tak henti – hentinya menangis. “istigfar wati... Tidak boleh berkata seperti
itu, ini sudah Takdir dari Allah.” Ucap pakde dengan membelai rambut ku. ******
3 hari
sudah... aku dan saudara – saudara ku berada di desa ini dalam suasana sedih.
dan saat ini belajar untuk mengikhlaskan nenek dan kakek. *** “Drrr....RRrrrr... handpone ayah ku berbunyi... Ternyata telvon dari kakak ipar ku”. “Assalamualaikum... ada pa nak ?” tanya ayah ku. “waalaikumsalam, pak, Dian Sakitnya kumat, dan skrang di rawat di RS Medika, Krian” . “astagfirullah, ya udah nak... ayah akan kesana sekarang ! Wassalamualaikum”. “waalaikumsalam”.jawab kakak ku.
dan saat ini belajar untuk mengikhlaskan nenek dan kakek. *** “Drrr....RRrrrr... handpone ayah ku berbunyi... Ternyata telvon dari kakak ipar ku”. “Assalamualaikum... ada pa nak ?” tanya ayah ku. “waalaikumsalam, pak, Dian Sakitnya kumat, dan skrang di rawat di RS Medika, Krian” . “astagfirullah, ya udah nak... ayah akan kesana sekarang ! Wassalamualaikum”. “waalaikumsalam”.jawab kakak ku.
“Aku sangat sedih
sekali mendengarkan berita itu...ku coba menenangkan diriku dengan membaca
istigfar...” lalu aku dan
keluargaku berangkat menuju rumah sakit di krian itu. Dengan menetes air mata
terus menerus. ***
4 jam sudah perjalanan ini... dan
akhirnya sampai. Aku pun berlari sekencang – kencangnya menuju kamar kak Dian.
Astaghfirullah haladzim... “Wajah kak dian pucat sekali di tambah badanya
semakin kurus L.”
“ya allah, kenapa kau memberi sakit seperti ini kepada kak dian...
jangan kau siksa dia dengan penyakit ini. !”
melihat seraya berdoa di dalam hati. Saudara –
saudara ku tidak mampu untuk melihat penyakit yang di derita kakak ku ...
terutama ayah dan ibu ku. Melihatnya sungguh kasihan...
******
1 minggu sudah...
kakak ku di rawat di rumah sakit... dan
pulang ke rumah.
hati Ku sedikit lega... J “ aku dan keluarga ku pun pulang ke surabaya , karena semua masalah sudah selesai J ****** (3 hari kemudian)
hati Ku sedikit lega... J “ aku dan keluarga ku pun pulang ke surabaya , karena semua masalah sudah selesai J ****** (3 hari kemudian)
Eh... ada informasi
lagi, kalau kak dian ku jatuh sakit... dan katanya semakin parah... Masya allah... sungguh cobaan yang
berat. L “ Aku dan keluarga ku pun bergegas menuju rumah sakit
sidoarjo. Semua saudara – saudara ku juga menginformasikan akan menuju ke rumah
sakit .
***
Astaghfirullahhaladzim...ternyata
benar kata kak ajis, kalau kak dian sakitnya tambah parah ... “ ya allah ....
tolong dan tolong ya allah.. ringan kanlah dan cepat sembuhkan penyakit kakak
ku.” Sungguh itu membuat ku sedih sekali .
Tak sengaja Ku melihat ada sedikit
pertengkaran kecil di depan taman ...antara ayah ku, pakde, dan kak ajis. Ku
dengar sedang mempeributkan tentang kak dian. Bahwa ayah ku menginginkan kak
dian di bawa ke rumah sakit Dr.Soetomo. karena rumah sakit itu sudah terkenal
canggihnya. Pakde dan kak ajis pun menyetujui itu.
Lalu kak dian pun cepat dibawa ke rumah sakit Dr. Soetomo karena sudah semakin parah penyakitnya...
Lalu kak dian pun cepat dibawa ke rumah sakit Dr. Soetomo karena sudah semakin parah penyakitnya...
Aku dan semua saudara – saudara ku bersama-sama
berangkat menuju rumah sakit itu.
******
Aku dan keluargaku menunggu di depan rumah sakit,
karena tidah di perbolehkan masuk. dan banyak sekali saudara – saudara ku yang
datang. Dan itu membuat ku senang, karena saudara – saudara ku menyempatkan
waktunya buat kakakku. J
***
“Ibu, jangan
dipaksakan jaga kak dian. Ibu istirahat aja...nanti takutnya sakit ibu kumat !”
“tidak usah nak... tidak apa – apa kok. Adek pulang ja dengan kakak mu. !”
“tidak usah nak... tidak apa – apa kok. Adek pulang ja dengan kakak mu. !”
“baik bu...
Assalamualaikum.’’ Aku kasihan sekali, ingin sekali menggantikan ibu untuk
menjaga kak dian. Dengan terpaksa aku harus pulang.
******
Aku langsung
mengerjakan tugas – tugas yang menumpuk... dan harus ke warnett malam – malam. “Kak,
aku ijin ke warnet ya... buat ngerjain tugas tugas ku ini. !”. “Hati
– hati ya dek... jangan malam malam. !”.
***
Eh... pulang pulang
ada tetangga yang fitnah aku, masya allah... padahal aku keluar malam buat
ngerjain tugas ku ini . dikira dengan
tetanggaku yang tidak – tidak.
Hm ku terima aja ocehan itu. J “harus
sabar dalam menghadapi cobaan.” Ucap dalam hati ku. “udah
dek, jangan dengarkan perkataan tetangga... dia hanya tukang gosip ! ayo dek
tidur... udah malam !” “ya kak”.
Terpaksa aku dan kakak ku berdua di rumah sendiri...
karena ayah dan ibu ku menjaga kak dian.
***
Waktu pagi jam 3. Akupun mengambil
air wudhu untuk melaksanakan solat tahajut.
Dan berdoa untuk keluargaku terutama buat kak dian ku saat ini yang
jatuh sakit. “ Ya allah... berikanlah keringanan cobaan ini. Terutama kepada
kak dian ku. Jangan kau siksa dia dengan penyakit ini. Aku tidak kuat melihat
dia seperti ini.” ******
Ddr...rrrr...
handpone ku berbunyi karena ada telvon. “ Hallo... assalamualaikum...”
“waalaikumsalam... alhamdulillah nak, mbak dian kondisinya sudah membaik.” Ibuku mengungkapkan dengan rasa senang sekali. “ alhamdulilah... ya sudah bu, aku nanti kesana bersama kakak.” Dengan hati yang senang sekali... akupun langsung menuju rumah sakit. ******
“waalaikumsalam... alhamdulillah nak, mbak dian kondisinya sudah membaik.” Ibuku mengungkapkan dengan rasa senang sekali. “ alhamdulilah... ya sudah bu, aku nanti kesana bersama kakak.” Dengan hati yang senang sekali... akupun langsung menuju rumah sakit. ******
Ku lihat mbak dian... sudah membaik
dari hari - hari sebelumnya. Bisa bercanda... dan Bahagia....... sekali Dirawat
oleh ayah ibu. Maklum masa kecil Kak dian, tidak pernah dirawat sama ayah ibu
karena ayah ibuku kerja dan dititipkan di Bude ku.
“Alhamdulillah...Allah
telah mengabulkan doaku...” J memang benar... Allah tidak akan memberi cobaan
yang melebihi kemampuan kita. Dan Allah akan memberi pertolongan jika kita
berikhtiar dan selalu bersabar. J aku yakin dari cobaan ini pasti ada hikmah
yang di petik dan aku juga yakin cobaan
ini menyimpan suatu RENCANA yang besar. yaitu aku bisa berkumpul dengan semua saudara
– saudara ku yang selama 3 tahun tidak pernah berkumpul seperti ini dan kak
dian bisa berkumpul dan dirawat oleh ayah ibu. J
*****
Falina Kurniawati as Wati. Faris Kurniawan as Aris :-D. "Tapi aku memanggil dia kakak." Are you sure call him 'kakak'?
BalasHapushihihi ... ini kan cuman dalam cerita :D
BalasHapus