Selasa, 24 Februari 2015

wanita saling berlomba dalam kecantikan ???

Para wanita saling berlomba menunjukkan kemampuannya, seperti berlenggak-lenggok di atas panggung, menggunakan pakaian yang serba terbuka, mempercantik wajahnya, memakai baju yang mencolok , dan lain sebagainya. itu semua dilakukannya hanya  untuk menarik lawan jenis, sekedar sensasi alias ingin dipuji, ingin menarik mata umum. hmmmm...

astagfirullah...
saya sebagai wanita sangat prihatin dengan keadaan seperti itu.
memang dulu saya pernah melakukan salah satu hal itu.   sekarang saya sadar bahwa perbuatan itu adalah haram. tidak diperbolehkan dalam islam.
islam memerintahkan kita sebagai wanita untuk menutup aurat, menjagaa pandangan, menjaga kehormatan, menjaga tata bicara kita, dan lainnya.
islam tak lain hanya sekedar memerintahkan . tapi, itu semua karena islam memuliakan dan menjaga wanita.
kita sekarang harus bersyukur, kita terbebas dari zaman jahiliyah, dimana zaman itu terjadi pembunuhan wanita dan mempermainkan wanita. Audzubillah himinzalik, semoga tidak terjadi sekarang.
 
Firman Allah :
“Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka dst…”(QS. an-Nur [24]: 31).

“Wanita yang salehah ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka).”(QS. an-Nisa [4]: 34).

Mari ukhti, para muslimah. kita melaksanakan perintah allah. dan belajar istiqomah dalam ibadah kepada allah. :)

Cukup kemuliaan wanita menjadi muslim ...

Wanita, Cukuplah Bagimu Kemuliaan Menjadi Muslimah



muslimah baca quran

 MENJADI wanita muslimah adalah harapan setiap wanita muslim. Bahkan wanita yang dapat dikatakan jahat pun, pasti memiliki keinginan dalam hatinya untuk menjadi wanita yang lebih baik. Iya, menjadi wanita muslimah.
Setiap musibah yang menimpamu pada hakikatnya adalah menghapus dosa-dosamu. Maka bergembiralah dengan sebuah hadits Rasulullah SAW : “Jika wanita taat pada Tuhannya, melaksanakan shalat lima waktu dan menjaga kehormatannya maka ia akan masuk syurga,” (HR. Ahmad).
Itu sebenarnya merupakan perkara yang mudah bagi mereka yang telah mendapat hidayah dari Allah. Maka kerjakanlah!
Agar engkau bisa bertemu dengan Allah yang Maha Pengasih dan bahagia hidup di dunia dan akhirat. Berjalanlah pada syariat yang telah ditentukan dalam kitab dan sunnah Rasul-Nya, untuk menjadi wanita muslimah sejati. Karena itu adalah kemuliaan besar dan kebanggaan yang bisa engkau rasakan.
Berapa banyak wanita yang terlahir dalam keluarga Nasrani, Yahudi, dan agama lainnya? Sungguh besar nikmat yang telah Allah berikan kepadmu. Allah telah memilihmu untuk hidup di dalam keluarga yang islami sehingga engkau bisa menjadi wanita yang muslimah, menjadi pengikut Muhammad SAW. dan dapat meneladani apa yang telah dilakukan Aisyah, Khadijah, dan Fatimah Ra.
Maka selamatlah kamu. Engkau telah menjalankan shalat lima waktu, berpuasa, berhaji, dan berhijab sesuai dengan tuntunan agama.
Sekali lagi, selamat bagimu yang telah ridha menjadikan Allah sebagai Tuhan. Menjadikan Islam sebagai agama dan Muhammad SAW sebagai utusan Allah.

Sumber : islam pos

Adzan Terakhir Sahabat Bilal Bin Rabbah...

Kisah Sahabat Bilal, Adzan Terakhir Sahabat Bilal Bin Rabbah


Kisah Sahabat Bilal, Adzan Terakhir Sahabat Bilal Bin Rabbah, berikut ini adalah kisah yang sangat mengharukan dari shabat Nabi Bilal bin Rabbh ra. Semoga kisah dan artikel ini bermanfaat untuk para pembaca setia Hikmah Kehidupan, selamat membaca.


ADZAN TERAKHIR SHAHABAT BILAL
Semua pasti tahu, bahwa pada masa Nabi, setiap masuk waktu sholat, maka yang mengkumandankan adzan
adalah Bilal bin Rabah. Bilal ditunjuk karena memiliki suara yang indah. Pria berkulit hitam asal Afrika itu mempunyai suara emas yang khas. Posisinya semasa Nabi tak tergantikan oleh siapapun, kecuali saat perang saja, atau saat keluar kota bersama Nabi. Karena beliau tak pernah berpisah dengan Nabi, kemanapun Nabi pergi. Hingga Nabi menemui Allah ta’ala pada awal 11 Hijrah. Semenjak itulah Bilal menyatakan diri tidak akan mengumandangkan adzan lagi. Ketika Khalifah Abu Bakar Ra. memintanya untuk jadi mu’adzin kembali, dengan hati pilu nan sendu bilal berkata: “Biarkan aku jadi muadzin Nabi saja. Nabi telah tiada, maka aku bukan muadzin siapa-siapa lagi.”
Abu Bakar terus mendesaknya, dan Bilal pun bertanya: “Dahulu, ketika engkau membebaskanku dari siksaan Umayyah bin Khalaf. Apakah engkau membebaskanmu karena dirimu apa karena Allah?.” Abu Bakar Ra. hanya terdiam. “Jika engkau membebaskanku karena dirimu, maka aku bersedia jadi muadzinmu. Tetapi jika engkau dulu membebaskanku karena Allah, maka biarkan aku dengan keputusanku.” Dan Abu Bakar Ra. pun tak bisa lagi mendesak Bilal Ra. untuk kembali mengumandangkan adzan. 
Kesedihan sebab ditinggal wafat Nabi Saw., terus mengendap di hati Bilal Ra. Dan kesedihan itu yang mendorongnya meninggalkan Madinah, dia ikut pasukan Fath Islamy menuju Syam, dan kemudian tinggal di Homs, Syria. Lama Bilal Ra. tak mengunjungi Madinah, sampai pada suatu malam, Nabi Saw. hadir dalam mimpi Bilal, dan menegurnya: “Ya Bilal, wa maa hadzal  jafa’? Hai Bilal, kenapa engkau tak mengunjungiku? Kenapa sampai begini?.” Bilal pun bangun terperanjat, segera dia mempersiapkan perjalanan ke Madinah, untuk ziarah pada Nabi. Sekian tahun sudah dia meninggalkan Nabi.


Setiba di Madinah, Bilal bersedu sedan melepas rasa rindunya pada Nabi Saw., pada sang kekasih. Saat itu, dua pemuda yang telah beranjak dewasa, mendekatinya. Keduanya adalah cucunda Nabi Saw., Hasan dan Husein. Sembari mata sembab oleh tangis, Bilal yang kian beranjak tua memeluk kedua cucu Nabi Saw. itu. Salah satu dari keduanya berkata kepada Bilal Ra.: “Paman, maukah engkau sekali saja mengumandangkan adzan buat kami? Kami ingin mengenang kakek kami.” Ketika itu, Umar bin Khattab yang telah jadi Khalifah juga sedang melihat pemandangan mengharukan itu, dan beliau juga memohon Bilal untuk mengumandangkan adzan, meski sekali saja.
Bilal pun memenuhi permintaan itu. Saat waktu shalat tiba, dia naik pada tempat dahulu biasa dia adzan pada
masa Nabi Saw. Masih hidup. Mulailah dia mengumandangkan adzan. Saat lafadz “Allahu Akbar” dikumandangkan olehnya, mendadak seluruh Madinah senyap, segala aktifitas terhenti, semua terkejut, suara
yang telah bertahun-tahun hilang, suara yang mengingatkan pada sosok nan agung, suara yang begitu dirindukan, itu telah kembali. Ketika Bilal meneriakkan kata “Asyhadu an laa ilaha illallah”, seluruh isi kota madinah berlarian ke arah suara itu sembari berteriak, bahkan para gadis dalam pingitan mereka pun keluar.
Dan saat bilal mengumandangkan “Asyhadu anna Muhammadan Rasulullah”, Madinah pecah oleh tangisan dan ratapan yang sangat memilukan. Semua menangis, teringat masa-masa indah bersama Nabi. Umar bin Khattab yang paling keras tangisnya. Bahkan Bilal sendiri pun tak sanggup meneruskan adzannya. Lidahnya tercekat oleh air mata yang berderai. Hari itu, madinah mengenang masa saat masih ada Nabi Saw. Tak ada pribadi agung yang begitu dicintai seperti Nabi Saw. Dan adzan itu, adzan yang tak bisa dirampungkan itu, adalah adzan pertama sekaligus adzan terakhirnya Bilal Ra. semenjak Nabi Saw. wafat. Dia tak pernah bersedia lagi mengumandangkan adzan. Sebab kesedihan yang sangat segera mencabik-cabik hatinya mengenang seseorang yang karenanya dirinya derajatnya terangkat begitu tinggi. Semoga kita dapat merasakan nikmatnya Rindu dan Cinta seperti yang Allah karuniakan kepada Sahabat Bilal bin Rabah Ra. Aamiin

Ga Usah Bawa-Bawa Agama??????

Ga Usah Bawa-Bawa Agama?

GA USAH BAWA-BAWA AGAMA
RO: “Bray…”
Bray: “Naon bro?”
Bro: “Jangan bawa-bawa agama bray…”
Bray: “Apanya?”
Bro: “Ya semuanyalah. Elu mah dikit-dikit bawa agama, dikit-dikit bawa agama, sampe-sampe urusan nyoblos aja masih aja bawa-bawa agama.”
Bray: “Gitu ya bro?”
Bro: “Iya, ribet bray! Makanya udah gak usah bawa-bawa agamalah bray.”
Bray: ”Ya udah sok atuh kasih tau ini Islam agama gue mesti ditaro dimana?”
Bro: “Maksudnya?”
Bray: “Iya, tolong kasih tau gue, mesti ditaro mana ini Islam?”
Bro: “Maksudnya gimana bray? Gue gak ngerti.”
Bray: “Iya, kan lo suruh gue jangan bawa-bawa agama kan? Nah gue bingung bro. Kalo gue gak boleh bawa-bawa agama, Islam mesti gue taro mana? Soalnya Islam mengatur dari mulai gue bangun tidur sampai mau tidur lagi. Bangun tidur diatur, masuk kamar mandi diatur, berpakaian diatur, mau makan diatur, keluar rumah diatur, berpergian diatur, bertetangga diatur, berbisnis diatur, bahkan sampai urusan mau indehoy ama bini aja diatur. Bahkan lagi bro, sorry banget nih ya bro, urusan cebok aja ada aturannya! Yang lebih heran lagi bro, itu aturan malah sampe ada doanya segala bro. Bayangin, sampai semuanya ada doanya! Lengkap banget! …”
Hening …
Bray: “Makanya dalam semua urusan, akhirnya gue bawa-bawa Islam. Nah, kalau gue sekarang gak boleh bawa-bawa agama, sok atuh kasih tau KAPAN dan DIMANA gue bisa lepasin Islam gue?”
Bro: “Errr… Gak gitu-gitu amat kali bray…”
Bray: “Iya gue juga tadinya mikir gitu bro. Gak perlu gitu-gitu amatlah. Tapi lama-lama gw perhatikan justru itulah bedanya Islam. Islam itu ya emang gitu bro. Gak cuma ritual yang diatur, tapi cara hidup. Islam memang hadir untuk mengatur hidup kite bro. Emang lo gak mau hidup lo jadi lebih bener bro?”
Bro: “Err … mmmh …. Ya mau sih bray…”
Bray: “Nah! Kalo gitu mesti mau dong diatur ama Islam. Kan lo udah syahadat?”
Bro: “Ya tapi gak usah jadi fanatik gitulah bray, serem dengernya…”
Bray: “Harusnya gimana bro?”
Bro: “Ya diem-diem ajalah. Masing-masing aja. Kan Allah lebih tau gimana gw ber-Islam. Iya kan?”
Bray: “Iya sih….”
Bro: “Nah iya kan?”
Bray: “ Tapi kebayang ya bro?”
Bro: “Kebayang apa bray?”
Bray: “Iya, kalo Islam memang hanya untuk diem-diem aja, untuk masing-masing pribadi aja, bukan untuk dishare ke orang lain, kira-kira bakal sampe gak ya hidayah Islam ke kita sekarang? Kalo dulu Nabi Muhammad ber-Islam sambil diem-diem aja, buat sendirian doang, bakal nyampe gak ya Islam ke kita bro?”
…. Hening lagi ….
Bro: “Bray …”
Bray: “Ya bro?”
Bro: “Gue cabut dulu ya, kapan-kapan kita ngobrol lagi. Daaaah…”
Bray: “Loh koq buru-buru bro? Ya udah hati-hati ya bro, Islamnya dibawa terus ya brooo …” (sambil teriak)


sumber : islampos.com


Jika Sholat Shubuh Kesiangan

  Jika sholat Subuh kesiangan

Jika Shalat Shubuh Kesiangan

Shalat subuh adalah salah satu shalat yang wajib dikerjakan pada waktunya oleh semua orang Muslim, kecuali ada halangan yang sah seperti wanita yang haid, dan sebagainya. Kalau kesiangan dan bangun telat, ada orang yang menjadi bingung apakah masih boleh shalat atau tidak. Mereka menjadi bingung karena mereka bertanya kepada teman dan teman itu menjawab “Haram shalat setelah matahari naik!” Oleh karena itu, orang tersebut mengabaikan shalat subuh dan tidak shalat sama sekali karena menganggap hal itu haram.

Itu suatu persepsi yang sangat keliru. Shalat subuh wajib dikerjakan, jam berapa saja kita bangun (dan begitu juga untuk semua shalat wajib yang lain). Kalau umpamanya kita capek, bangun pada waktu subuh dalam kondisi setengah sadar, matikan jam alarm, tidur lagi, dan bangun pada jam 8 pagi, maka pada saat bangun itu masih wajib mengerjakan subuh. Walaupun matahari sudah naik. Kenyataan bahwa matahari sudah naik tidak menghilangkan kewajiban untuk shalat. (Dan kalau ketiduran lewat waktu maghrib sehingga masuk Isya, maka shalat maghrib tetap wajib dikerjakan, walaupun di luar waktunya.)

Waktu yang secara umum dilarang untuk shalat adalah mengerjakan shalat pada saat matahari sedang muncul (bukan cahayanya, tetapi bentuk fisik matahari sendiri). Hal itu diharamkan untuk hilangkan persepsi (pada zaman dulu) bahwa orang Muslim adalah penyembah matahari. Zaman dulu, memang ada kaum yang menyembah matahari, dan mereka beribadah pada saat matahari mulai kelihatan bentuk fisiknya, jadi ibadah pada saat itu diharamkan bagi ummat Islam. Tetapi ulama telah sepakat bahwa kalau ada shalat wajib yang belum dikerjakan, maka harus langsung dikerjakan (diganti, atau diqadha’) pada waktu itu juga tanpa harus menunggu, walaupun dilarang secara umum untuk shalat pada waktu tersebut.

Yang haram dan sangat buruk adalah kalau seseorang sudah bangun pada waktu subuh, tetapi barangkali dia sedang asyik nonton siaran langsung sepak bola di tivi, atau asyik ngobrol sama temannya, dan oleh karena itu dia malas melakukan subuh. Pada saat dia sudah selesai nonton bola, dan sudah “bersedia” melakukan shalat, maka dia masih wajib melakukannya. Kewajiban shalat itu tidak menjadi hilang.
 Tetapi tentu saja dia akan kena dosa besar karena sengaja menunda sebuah shalat wajib, sehingga sudah keluar dari waktunya, tanpa ada alasan yang benar. Jadi sudah bisa diperkirakan bahwa dia tidak akan dapat pahala sama sekali, dan juga ada kemungkinan Allah akan menolak shalat itu (tidak akan diterima di sisi Allah, seolah-olah tidak shalat). 
Walaupun begitu, sebagai seorang Muslim dia masih memiliki kewajiban untuk melakukan shalat subuh tersebut. Meninggalkannya dengan alasan kesiangan, ataupun di luar waktu karena nonton bola tadi adalah alasan yang tidak benar. Tetap wajib dikerjakan.

Dan perlu dipahami bahwa Nabi Muhammad SAW sendiri juga pernah kesiangan untuk shalat subuh, jadi hal itu menjadi petunjuk bagi kita bahwa kalau kita kesiangan sewaktu-waktu maka itu adalah hal yang biasa (bukan suatu dosa besar, karena memang tidak sengaja), dan Nabipun juga mengalaminya. Yang penting adalah kita langsung mengerjakan shalat setelah kita bangun, dan jangan sampai shalat subuh yang kesiangan itu menjadi suatu kebiasaan bagi kita.


sumber : islampos.com
sumber gambar : akhwatperindusurga.blogspot.com


Sabtu, 21 Februari 2015

islam memuliakan wanita

Bagaimana islam memuliakan wanita ?

1. Assalaamu'alaykum dear, malam ini Alila mau bahas tentang "Wanita dalam Pandangan Islam". Simak TL-nya yah smile emotikon
2. Sebelum datang Islam, seluruh umat manusia memandang hina kaum wanita. Jangankan memuliakannya, menganggapnya sebagai manusia saja tidak
3. Orang-orang Yunani menganggap wanita sebagai sarana kesenangan saja
4. Orang-orang Romawi memberikan hak atas seorang ayah atau suami menjual anak perempuan atau istrinya
5. Orang-orang Arab ketika itu pun biasa mengubur anak perempuan mereka hidup-hidup tanpa dosa dan kesalahan, hanya karena ia seorang wanita
6. Kemudian cahaya Islam pun terbit menerangi kegelapan dengan risalah yang dibawa oleh Rasulullah
7. Rasulullah memerangi segala bentuk kezaliman dan menjamin setiap hak manusia tanpa terkecuali
8. Rasulullah juga sering mengingatkan dengan sabda-sabdanya agar umat Islam menghargai dan memuliakan kaum wanita
9. “Aku wasiatkan kepada kalian untuk berbuat baik kepada para wanita”
(HR. Muslim : 3729)
10. Setelah sebelumnya orang-orang jahiliyah memandang wanita sebagai musibah, Islam memandang bahwa wanita adalah karunia Allah
11. Islam menjaga kaum wanita dari segala hal yang dapat menodai kehormatannya, menjatuhkan wibawa dan merendahkan martabatnya
12. Bagai mutiara yang mahal harganya, Islam menempatkannya sebagai makhluk yang mulia yang harus dijaga
13. Islam adalah agama syariat dan aturan. Oleh karena itu ia datang untuk memperbaiki kondisi kaum wanita, mengangkat derajatnya
14. Agar umat Islam memiliki kesiapan untuk mencapai kemajuan dan memimpin dunia
15. Di antara aturan yang khusus bagi wanita adalah aturan dalam pakaian yang menutupi seluruh tubuh wanita
16. Allah memerintahkan demikian agar mereka dapat selamat dari mata-mata khianat kaum laki-laki dan tidak menjadi fitnah bagi mereka
17. Wanita pun diperintah oleh Allah untuk menjaga kehormatan mereka di hadapan laki-laki yang bukan suaminya dengan cara tidak bercampur baur dengan mereka
18. Lebih banyak tinggal di rumah, menjaga pandangan dan tidak memakai wangi-wangian saat keluar rumah
19. Semua syariat ini ditetapkan oleh Allah dalam rangka menjaga dan memuliakan kaum wanita
20. Allah sudah menjaga & memuliakan wanita dgn islam. Nah apakah kita sudah menjaga & memuliakan diri sendiri dgn menjalankan aturan ?

sumber : FB Hijab Alila

Kamis, 19 Februari 2015

pacaran ???

PACARAN ...?

apa gunannya pacaran ?
- tidak ada sama sekali manfaatnya. 
   sering kali saya mendengar, teman teman akhwat merasa kesepian saat tidak memiliki pacar           alias jomblo. sampai -- sampai mereka mengumumkan kepada umum . audzubillah.
- hanya bisa menjauhkan kita kepada ALLAH swt.
   ya benar. mencintai lawan jenis aja sudah bikin kita jauh dari Allah apa lagi pacaran (pengalaman ).
   sholat ingat, ngaji ingat, apa apa ingat terus (sibuk bales sms, dan mikirin ). kapan ingat Allah swt. hmm...
- hanya bisa membuat kita lupa kepada Orang tua.
   sibuk membalas sms  sampai sampai lupa dengan ayah ibu. mikirin terus dan selalu bertannya tanya " dia lagi apa ya, dia belum makan gak ya, dia kenapa sakit , " hmmm..
   ayah ibu itu loh dipikirin. emang orang yang kamu cintai itu juga mikirin  ?
- memperbanyak dosa
   sudah jelas. pacaran itu haram hukumnya. masih banyak orang berpacaran. padahal dalam islam hanya lah ada Ta'aruf . survey membuktikan, orang yang berpacaran itu sudah tau kalau berpacaran itu haram hukumnya, tapi mereka tidak menghiraukannya. mereka beralasan berpacaran itu gapapa , kan cuman sebagai motivasi untuk belajar, tidak berpegangan tangan. hmmm... 

*Cerita

sore hari... waktu untuk les. tiba diruang kelas. dua orang akhwat bernbicang :
A: "eh, aku sekarang jomblo. tidak enak jomblo itu."
B : " siapa bilang jomblo itu tidak enak " sambil senyum
A : " loh, ya tidak enak lah. gak ada yang merhatiin, gak ada teman sms "
B : "Jomlo itu mulia. loh kenapa kita perlu perhatian dari pacar. kita masih punya orang tua yang merhatikan kita. "
A : " ya juga sih. tapi tidak enak lah." 
A : " teman teman . kenapa aku jomblo seh.. tidak enak jomblo itu. " berteriak keras di kelas.
B: " jangan bicara keras seperti itu. gak baik  apalagi ada teman teman akhi. aku sebagai umat muslim, aku wajib mengingatkan.  sekali lagi aku ingatkan Jomblo itu Mulia dan pacaran itu haram hukumnya. "
A : (tersenyum  malu)


ukhti. kita sebagai muslimah harus bisa menjaga kehormatan kita sebagai wanita muslim.  Firman Allah :
"Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak daripadanya.
Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya... "(Q.S An Nuur  ayat 31)
 
"Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk." (QS.Al Israa. ayat 32)
 
 
Mencintai seseorang itu wajar. yang tidak wajar adalah melaksanakan (pacaran).
astagfirullah,  subhanallah, alhamdulillah,  allahhuakbar . 
 
 

Senin, 02 Februari 2015

berpegang teguh

x : " assalamualaikum bude "
y :" waalaikumussalam"
x : " loh, ini "tiit" ya.."
y : " iya bude. emang kenapa ? kok bude kaget begitu"
x : " ngapain kamu pakai kerudung besar seperti itu.  kamu seperti ibu - ibu pengajian."
y : " sabar ". berkata dalam hati .
x : " copot kerudungmu itu, gak pantas. mending pakai seperti yang dulu itu, pakai celana jeans, kerudung segiempat, dan gak usah pakai kaos kaki juga. kan seperti ini sama saja berkerudung. jangan fanatik."
y : " astagfirullah, bude . saya tidak fanatik dalam berkerudung bude. tapi saya hanya melaksanakan syariat islam dalam hal berhijab. "
x : " terserah..." (langsung pergi)

memang memakai kerudung besar (syar'i ) itu dianggap terlalu fanatik. dan juga kadang dianggap teroris, astagfirullah. 
ukhti, biarlah orang berkata seperti itu. niatkan pada diri kita "berhijab karena Allah". insya allah, allah memudahkan jalan kita. amin.

firman allah :
وَكَيْفَ تَكْفُرُونَ وَأَنتُمْ تُتْلَى عَلَيْكُمْ آيَاتُ اللّهِ وَفِيكُمْ رَسُولُهُ وَمَن يَعْتَصِم بِاللّهِ فَقَدْ هُدِيَ إِلَى صِرَاطٍ مُّسْتَقِيمٍ
artinya : "Bagaimana kalian bisa menjadi kafir padahal kepada kalianlah ayat-ayat Allah dibacakan, dan Rasul-Nya pun berada di tengah-tengah kalian? Barang siapa yang berpegang teguh kepada Allah, maka sunggnh ia telah diberi petujuk kepada jalan yang lurus." (Q.S al - imran : 101)