Jumat, 23 Januari 2015

Cerpen


PENGORBANAN UNTUK SAHABAT

            FALINA. Saat ini, ia duduk di kelas 1 SMP. Ia memilki seorang sahabat baru dari kelas itu yang sangat perhatian padanya, Safira namanya. Sejak mereka duduk di kelas 1 SMP, mereka sudah bersahabat. Meskipun bersahabat hampir 4 bulan, hari demi hari mereka lalui rintangan – rintangan dengan keceriaan.
*******         
‘Safira, berangkat yukkk!’’ panggil Falina dengan keceriaan J. Namun tidak ada jawaban dari safira. Lalu Kakak perempuanya keluar menghampiri falina,                               “ Eh dekk, maaf safiranya dah berangkat tadi sendirian , kelihatanya tadi berangkat ter buru buru dekkk’’ jelas kakak safira dengan senyum”. “Oh, sudah berangkat ya, kak”. Maaf menggangu ya kak. Ya sudah saya berangkat saja!”, wasssalamua’laikum”.                        
“Lalu Falina berangkat ke sekolah  Dengan perasaan kecewa dan sedih “.     “ Safira kok, berangkat duluan ya,juga dia berangkat sendirian ?. biasanya dia berangkat bersamaku” meskipun aku lama datang tapi biasanya dia menunggu” Batin Falina.
*******
            Lalu, mereka bertemu di parkir sekolah.  “Mmm...” Maaf ya Falina, aku tadi berangkat duluan”. Ucap safira dengan lirih. “Gpp kok fir, lagi pula sambil olahraga gituuu”. Ucap Falina berdusta”.   “Makasih y  Falina sudah mafin aku, kamu memang sahabat terbaikqu” J. Ucap safira dengan bahagia. “ya sama-sama “ J.  Ya sudah, ayo kita masuk ke kelas, nanti keburu lagi !. Ajak safira seraya menggandeng tangan Falina yang di balas dengan senyuman.”
******
“Rrr...”,Bel bertanda masuk”. Semua murid masuk ke kelasnya masing – masing dengan tertib termasuk Falina dan Safira.  jam pertama adalah pelajaran bahasa jawa, gurunya pun masuk , lalu di siapkan oleh ketua kelas dengan menggunakan bahasa jawa. ” jumeneng” ucap ketua kelas dengan keras seraya semua berdiri serempak”,  selesailah salam untuk memulai pelajaranya’.
*******                                                                                                                                                                                                           
                “Anak-anak, keluarkan pr bahasa jawa untuk  mengoreksi secara bersama !
 “ajakan guru “.  “Fir, kenapa” ? tanya falina berbisik – bisik ketika melihat wajah safira panik . “ Fal, tolongin aku, plisss !“ lirih safira dengan ketakutan sambil mencari bukunya. 
“Tolongin apa fir... , kok kayak ketakutan gitu ?” tanya falina
“Tu...tu...tu...tugas aku ketinggalan di rumah fal, jadi aku gak bawa ! “ jawab safira. Matanya berkaca-kaca. Merasa ketakutan sekali ”.
“Apa! Gak bawa!?” ucap Falina dengan suara agak keras dan kaget..
“Ada apa, Falina?” Tanya Ibu Guru,
“Nggak, bu, saya tadi terkejut, sa…sa..sa..saya tadi lupa tidak membawa tempat pensil, bu” ucap Falina terbata-bata. Senyum kepada gurunya”.
“Ya sudah, kamu duduk saja Falina, Ibu kira ada apa” ujar Ibu Guru seraya duduk
“ini, gimana... falina aku takut di marahin dan di suruh pulang! “ucap Safira dengan takut “ “sudah...sudah...! jangan panik ! “ujar Falina dengan sabar

 “Hei, siapa yang tidak mengumpulkan tugas bahasa jawa!?” tanya Ibu Guru dengan wajah ‘sangar’-nya itu :-@
“Sa…sa... saya, Bu” ucap Falina pasrah demi melindungi Safira
“Falina, mengapa kamu tidak mengerjakan? Kamu itu siswi paling rajin dan pandai, mengapa kamu membuat hal yang menurunkan prestasi dan nilai bahasa jawamu?” ucap Ibu Guru
“Falina, kenapa kamu bilang seperti itu?” bisik Safira
“ Nggak apa – apa kok fir !“ jawa Falina
“Anak-anak, jika kalian melakukan hal seperti yang dilakukan Falina, kalian akan Ibu beri hukuman hormat kepada bendera dari mulai sekarang hingga jam pelajaran usai. Falina, kamu jalankan hukumannya, sekarang. Kalian semua mengerti?” seru Ibu Guru
“Mengerti, bu” serentak semua mengucapkannya.
*****

“Kamu gak apa-apa kan, Fal ?” Tanya Safira
“Nggak apa-apa kok, buat sahabat sejatiqu
J” jawab Falina
“Ya ampun wajah kamu pucat banget, aku antar pulang saja yah?” tawar Safira
“Nggak usah, fir” tolak Falina                                                                                                                     
“Pasti kamu puasa , kan ?” ujar Safira             
“ ngg...ngg...ngak kok fir !” jawab Falina dengan gugup
“ Hayo bohong ya... fal !? jangan bohong sama aku !” rayu Safira dalam batin sedih
“ hmmm, i...i...iya fir, aku puasa sekarang.”jawab Falina jujur

**
“Kenapa kamu melakukan hal itu ? “tanya Safira
“Nggak apa – apa...” lirih Falina seraya tersenyum kecil. Tiba – tiba penglihatanya samar – samar. Ia melihat Safira seperti ada tiga sosok. Tiba – tiba, Ia merasa gelap. Kepala menjadi enyut - enyut.                                                                                                                       
Dan...
*******

“Falina, bangun.. Bangun! “jerit Safira seraya sedih
“(Semua murid maupun guru berlarian menuju jeritan Safira)”
“Claire, apa yang terjadi?” tanya Ibu guru bahasa jawa
“Falina pingsan, bu, ini semua salah safira, seharusnya safira yang di hukum, bukan Falina.
“Safira, Bu, yang tidak mengerjakan tugas jawanya” jelas Claire seraya menundukkan kepalanya
“Kenapa kamu melakukan itu safira, kamu telah menyebabkan seseorang sakit, apa lagi dia kan sahabatmu , sekarang kamu ke ruangan Ibu!!” ucapnya dengan galak
“Bawa Falina ke UKS ! “ merintah dengan galak
*******

“ ( Terdengar kemarahan bu guru , Falina menuju ruang guru dengan perlahan – lahan berjalannya )“
 “Ibu, hentikan, bu, jangan marahin safira” lerai Falina
“Falina, kamu sadar, kamu nggak apa-apa kan?” tanya Bu Guru bahasa jawa dengan segenap perhatiannya
“Nggak apa-apa, bu” jawab Falina
“ Kamu kenapa kesini , keaadaanmu masih kurang baik ! “ ujar guru bahasa jawa
“nggak apa – apa kok bu , keadaanku sudah membaik “. Jawab Falina dengan senyum
“Nggak apa-apa gimana? Wajah kamu pucat sekali” ucapnya

Mata safira tampak berkaca-kaca melihat Ibu Guru perhatian kepada Falina.
Lalu, safira keluar dan pulang tanpa pamit.
“Safira, tunggu!” namun safira tidak menjawab
“Sudah, Falina, jangan pedulikan dia, dia itu bikin kamu seperti ini”
“Tapi, bu, dia sahabatku”
“Ibu tahu kamu menyayanginya, tetapi jangan kamu membantu dalam hal kesalahan seperti    ini”
*******

Hari ini, ulang tahun Falina yang ke 12. Ia terus memandangi handphone-nya. Menunggu ucapan selamat ulang tahun dari Safira. Namun, hasilnya ? NIHIL !!
Tampaknya, safira benar-benar marah besar terhadap sosok falina ! Orang yang telah membuatnya dibentak-bentak oleh gurunya. merasa sangat marah ! Ia menganggap, falina hanya orang yang “Cari Perhatian” didepan guru-guru. Namun,  Falina pun berusaha meminta maaf terhadap safira. Ia juga merasakan rasanya menjadi safira. Falina merasa sepi dan sunyi .  Dikelas pun, Safira sibuk bicara dengan teman-teman lainnya, di ajak berbicara tidak di perhatikan . L


“I Hope, Claire will say Happy Birthday to me. Please, God” lirih falina

Falina pun memutuskan pergi menuju rumah safira. Meninggalkan kue ulang tahun yang telah ia buat bersama kakaknya, Ardyana.

*****

“ ( Pada saat Falina mau menuju ke rumah safira, Ia bertemu safira di jalan ) . “
“Safira... safira...tunggu, aku mau bicara!” panggil Falina
“Safira.. Aku minta maaf!” Safira tak merespon sama sekali sapa’an Lia.
      Lari, lari, dan terus berlari. Membuat nafas Flinaterasa sesak.
“Safira! Maafkan aku, kamu jangan lari!” panggil Falina seraya menahan rasa sakitnya
“Mau apa kamu mengejarku? Aku itu orang yang selalu salah!” Safira pun merespon Falina. Falina merasa lega. Namun, ia langsung terjatuh seraya memegangi dadanya yang terasa semakin sesak.

“Safira, kamu gak boleh ngomong begitu” lirih Falina

Safira pun langsung menghampiri Falina yang tengah dalam keadaan sakit. Wajahnya pucat, nafasnya ter-engah-engah, keringat dingin bercucuran dari keningnya
“Safira, aku mohon. Maafin aku. Aku sayang sama kamu”
            I.....      THE.....                      BEST.....                     FRIENDS.....
“ucap Lia lirih dengan penuh penghayatan dan terbata – bata”.
“ ( Falina memegang tangan Safira dengan erat ) .”

Nafas Lia sudah tak beraturan. Jantungnya beradu cepat dengan paru-parunya.  Cepat – cepat safira berteriak kencang meminta “Tolong” kepada orang lain untuk membawa Falina ke rumah sakit dengan cepat !. “                Alhamdulillah ada orang yang mau menolong untuk membawa Falina ke rumah sakit.
*******
“Alhamdulillah Kamu sudah sadar  Falina ?, maaffin aku ya Fal , aku telah membuatmu sakit “ujar Safira seraya sedih
  Gak ada yang perlu di maafin kok fir J !” jawab Falina seraya memeluk safira
“y J, kita kembali yang dulu lagi y, di masa kita bersatu untuk senang maupun sedih.!




Tidak ada komentar:

Posting Komentar